Pilih Laman

Pageraji – Tingginya angka kecelakaan kerja para penderes di Kabupaten Banyumas. Kelompok Tani Cikal Mas di Desa Pageraji, Kecamatan Cilongok mempelopori penggunaan alat pengaman bagi penderes yang tengah manjat pohon kelapa.

Ketua Kelompok Tani Cikal Mas, Arbi Anugrah, mengatakan, pihaknya merasa sangat prihatin dengan nasib para penderes gula kelapa. Angka kecelakaan kerja jatuh dari pohon kelapa cukup tinggi. Sebagian penderes yang jatuh ada yang meninggal dunia, dan ada yang mengalami cacat permanen.

ʺKita terus berpikir, bagaimana cara untuk memberikan rasa aman bagi para penderes. Akhirnya, bersama teman pecinta alam, kita berinovasi buat alat pengaman sederhana ini. Saat ini, alat pengaman tersebut masih dalam taraf uji coba. Setelah proses uji coba, selesai, nantinya akan kita berikan kepada para penderes di Desa Pageraji yang tergabung dalam Kelompok Tani Cikal Mas,ʺ kata Arbi beberapa waktu lalu.

Akibat kecelakaan kerja yang terus mengintai para penderes ini, setiap tahun jumlah petani penderes terus menurun. Bahkan hampir tidak ada regenerasi, rata-rata penderes sekarang sudah berusia di atas 40 tahun.

Bupati Banyumas, Achmad Husain yang datang secara mendadak untuk melihat alat pengaman penderes sehari sebelum acara sosialisasi keamanan dan kesejahteraan penderes yang digelar oleh Kelompok Tani Cikal Mas pada Rabu (6/3) kemarin, menyatakan apresiasinya atas upaya yang dilakukan Kelompok Tani Cikal Mas.

Bupati mengatakan, salah satu program Hasta Krida ke tiga juga memberikan alat pengaman bagi penderes. Namun, sampai saat ini masih dipikirkan model alat yang tepat, dan tidak mengganggu kerja penderes di atas pohon.

Dengan adanya safety belt yang diinisiasi oleh Kelompok Tani Cikal Mas ini, Bupati berharap bisa dijadikan pilot project untuk percontohan alat pengaman penderes. Sebab, alat tersebut sangat berguna untuk mengurangi risiko kecelakaan kerja, jatuh dari pohon kelapa.

Pada acara tersebut, penderes juga sempat memperlihatkan penggunaan safety belt. Salah satu petani penderes, Murokib, mengatakan, alat pengaman tersebut ringan dan cara memakainya juga mudah, sehingga tidak mempersulit kerja penderes.

“Alatnya sangat sederhana, yang paling utama tidak terlalu ribet dan beban ringan serta tidak terlalu menganggu aktivitas menderes. Yang pastinya aman dan mampu menahan beban saat penderes mengalami resiko terjatuh,” ucapnya.